Bhumi Arema Bermunajat: ± 75.000 Syekher Mania Memutihkan Gajayana!

Logo-HUT-101-Kota-MalangSetelah pada Senin malam 30 Maret 2015 bertempat di Masjid Baiturrohim Balai Kota Malang, Pejabat dan Keluarga Besar Pemerintah Kota Malang beserta Forpinda (Forum Pimpinan Daerah) Kota Malang menggelar Do’a Bersama sebagai ungkapan rasa syukur menyambut Hari Jadi Kota Malang yang ke-101 pada 1 April 2015. Malam berikutnya yaitu pada Selasa 31 Maret 2015, ribuan umat Islam Malang raya benar-benar “memutihkan” stadion Gajayana Kota Malang untuk mengikuti sholawat bersama yang dipimpin oleh ulama kharismatik asal Solo; Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Sejak sore hari denyut di kawasan sekitar stadion tertua di pusat kota itu mulai kencang menggeliat. Mobil pribadi maupun angkutan umum makin banyak yang merapat menjelang petang. Hilir mudik orang-orang berbusana dominan putih makin meningkat menjelang magrib. Pria, wanita, anak-anak, remaja bahkan orang tua dengan aksen yang berbeda secara bergelombang mendekati stadion yang dibangun kolonial pada tahun 1924 itu. Mereka jamaah dari berbagai kota yang ingin bersholawat bersama Habib Syech untuk Kota Malang tercinta.

Setelah magrib, dalam sekejap stadion dengan kapasitas tribun ± 35.000 penonton itu, penuh sesak dengan lautan manusia berbusana putih. Tak terlihat lagi hijaunya rumput stadion, atau banch beton di tribun penonton, semuanya memutih tertutup ribuan jama’ah. Bendera dan panji-panji berbagai ukuran dan beragam warna berkibar-kibar dalam pancaran bulan purnama. Dari panji, bendera, maupun spanduk yang berkibar-kibar tersebut, terlihat mereka berasal dari berbagai daerah; Pasuruan, Lumajang, Blitar, Kediri, Tulungagung, dan bahkan dari Bali. Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf benar-benar magnet yang luar biasa bagi para Syekhermania (sebutan pengagum Habib Syech AA.) pecinta sholawat.habib syech

Di panggung utama setinggi 2 meter itu telah duduk berjajar para kyai, habaib, ustad maupun pejabat dan pemangku Kota Malang. Sekitar pukul delapan lebih, sang habaib kharismatik yang ditunggu-tunggu ribuan jama’ah tersebut memasuki panggung kegiatan. Disertai Walikota Malang; Abah Anton dan wakilnya; Drs. Sutiaji, Kapolresta Malang; AKBP Singgamata S.IK, bahkan tak kurang Wakil Gubernur Jawa Timur; Saifullah Yusuf juga hadir. Juga terlihat beberapa pejabat TNI-Polri dan ulama lokal lainnya. Habib Syech terus melemparkan senyum dan langsung bersila bersama di panggung berukuran sekitar 5×20 meter itu.

Sholawat, puji-pujian dan syiirpun segera bergema diiringi hadrah dan rebana. Sekitar 75.000 jamaah pecinta sholawat yang hadir malam itupun, terbawa suasana dan terbius dalam pusaran rindu dan kecintaan kepada sang Rasul. Hampir satu setengah jam mereka melambaikan sorban, menari, dan bersyiir dihantar Habib Syech dalam candu cinta Rasul. Selanjutnya sang habaib yang juga tokoh penting NU itu mempersilahkan Walikota Malang untuk memberikan sambutan. Abah Anton, sang walikota menyampaikan harapan-harapannya dalam memperingati 101 tahun Kota Malang. Selanjutnya, tak ketinggalan Wagub. Jawa Timur yang biasa disapa Gus Ipul itu juga menyampaikan sambutannya, yang seperti biasa; mengemas pesan-pesan penting dengan jenaka.

Setelah itu, acara dilanjutkan lagi dengan syiir dan puji-pujian sholawat. Tak ketinggalan syiir-syiir populer khas Habib Syech semacam; Padang Bulan, Syiir Tanpo Waton dan lagu-lagu NU menggema dari Gajayana memenuhi langit-lsholawat2angit Kota Malang yang malam itu begitu cerah. Di penghujung acara, kyai kharismatik kota Malang sekaligus Rois Syuriah PWNU Jatim, K.H. Marzuki Mustamar memberikan mauidloh hasanah. Kyai yang baru saja turun pesawat dari umroh ini menyampaikan tausiah tentang pentingnya menjaga tradisi dan amaliah ahlusunnah wal jamaah untuk menangkal aliran-aliran radikal yang saat ini dirasa makin berkembang. Di akhir ceramahnya, Kyai Marzuki menutup kegiatan “Kota Malang Bermunajat” ini dengan do’a.

Selanjutnya seperti biasa, yang khas dan unik dari Habib Syech adalah selalu mengakhiri kegiatan syiarnya dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan berdo’a. Semoga Kota Malang melalui peringatan ulang tahunnya yang ke- 101 ini, benar-benar mampu menuju kota yang bermartabat; baldatun toyyibatun wa robbul ghofur!. Amin. Dirgahayu Kota Malang!(mazipiend|kelkidal)