Kelurahan Kasin dan Kecamatan Klojen Terbaik 2015

malang-otonomi-awardMALANG KOTA- Ajang Otonomi Award Lurah-Camat 2015 akhirnya menjadi ’milik’ Kelurahan Kasin dan Kecamatan Klojen. Keduanya menjadi yang terbaik pada perhelatan yang digelar Pemkot Malang dan Jawa Pos Radar Malang tersebut. Sekitar enam ribu pasang mata telah menjadi saksi keberhasilan keduanya pada malam Penganugerahan Otonomi Award Lurah-Camat 2015 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Senin (20/5) malam.

Karena kesuksesan mengungguli 56 kelurahan lain pada ajang ini, Kelurahan Kasin otomatis dipercaya Pemkot Malang menjadi wakil di ajang serupa tingkat Jawa Timur maupun nasional. Selain menjadi jawara umum, kelurahan yang dipimpin Yayuk Nanik Ekowati ini mendapatkan jawara dalam bidang pemerintahan setelah mengalahkan dua nominator lain yakni Bandungrejosari dan Gadang.

Sedangkan Kelurahan Sawojajar yang dari awal memang terlihat menonjol, memborong tiga piala sekaligus. Sawojajar jawara di dua bidang, yakni bidang Ekonomi Masyarakat dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Sedangkan satu medali lagi raih untuk jawara dua agreggat.

otonomi-award-2015_Tidak hanya itu, Kelurahan Penanggungan dan Kelurahan Tasikmadu juga mendapatkan dua piala. Kelurahan Penanggungan mendapatkan jawara di bidang Pendidikan dan jawara agreggat tiga. Sedangkan Tasikmadu yang terkenal karena membangun masjid dengan iuran sampah warga, mendapatkan jawara di bidang Kesehatan Masyarakat dan Partisipasi Masyarakat.

Untuk Kelurahan Sukun dan Purwantoro mendapatkan satu piala. Sukun meraih trofi bergengsi bidang Kelembagaan Masyarakat, sementara Purwantoro mendapatkan juara dalam bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

Usai ditahbiskan menjadi jawara, Lurah Kasin Yayuk Nanik Ekowati tidak henti-hentinya mengumbar senyum. ”Saya berterima kasih kepada Wali Kota Malang Moch. Anton yang telah mengadakan acara luar biasa ini,” kata Yayuk.

Begitu juga dengan Lurah Sawojajar Bayu Wijaya yang memborong tiga medali. Lurah 40 tahun ini mengaku bangga dengan warga Sawojajar yang kompak mendukung perhelatan ini. ”Penghargaan ini untuk masyarakat Sawojajar semua,” kata Bayu.

Selain itu, malam penganugerahan event yang baru pertama kali digelar ini memang meriah luar biasa. Ini karena, hampir semua tokoh di Kota Malang hadir. Di antaranya Wali Kota Malang Moch. Anton, Wakil Wali Kota Malang Sutiaji, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata, Dandim 083 Malang Kota Letkol Arm Arya Yuda, Pemimpin Bank Indonesia Kantor Wilayah Malang Dudi Herawadi, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Hendrizal, Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono, serta Sekretaris Kota Malang Cipto Wiyono.

Tidak hanya itu, juga terlihat Kepala Seksi Intel Lanal Malang Mayor Laut (T) Nyoto Yuwono, Assisten Teritorial Divisi Infantri 2 Konstrad Kolonel Infantri Heri Susanto, Ketua MKKS SMAN Kota Malang Tri Suharno, dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Wali Kota Malang Moch. Anton mengatakan, kalau ide diadakannya acara yang membuat sejarah ini berawal ketika dirinya melakukan blusukan dua minggu sekali di kelurahan. ”Saya menemukan masyarakat lebih pintar dari lurahnya, makanya kita adakan acara ini agar lurah bisa mengimbangi atau bahkan melebihi masyarakatnya,” kata Anton.

Setelah dirinya memutuskan menggelar acara ini, Anton selalu memantau perkembangannya di koran dan laporan dari bawahannya. Hasilnya, Anton melihat banyak inovasi yang dilakukan lurah. ”Saya perintahkan apa benar inovasi itu, saya suruh cek langsung dan saya meminta penilaian dilakukan seobjektif mungkin,” paparnya sambil disambut riuh tepuk tangan suporter.

Tidak hanya itu, setelah para pemenang menerima penghargaan. Anton juga memberi motivasi kepada mereka yang mendapatkan jawara maupun yang belum. ”Terus bekerja, bekerja, dan bekerja, untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” kata dia.

Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad mengatakan, acara semacam ini memang sangat bagus untuk mengetahui inovasi kelurahan. ”Kita menjadi tahu kalau ada kelurahan yang dibangun berkat iuran sampah warganya,” kata pria asli Jombang ini.

Karena banyaknya inovasi yang ditemukan, menurut pria yang akrab disapa Kum ini, panitia akan menjadikan perjalanan acara selama tiga bulan ini menjadi buku. ”Semoga saja segera kita terbitkan dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Di sisi lain, malam penganugerahan pada Senin malam lalu itu juga menjadi meriah luar biasa karena kehadiran dua maestro lawak, Tarzan dan Marwoto. Keduanya sukses menghibur dengan joke-joke segarnya.

Marwoto misalnya, menyebut di Kota Malang ada daerah yang antimaksiat karena sering ada gerebekan. Yakni daerah Grebek. ”Itu daerah Ki Ageng Gribik,” timpal Tarzan yang disambut ger-geran ribuan penonton. Pelawak asal Jogjakarta itu juga menyebut, ada kelurahan yang sangat sehat. Yakni Kelurahan Blimbing. ”Karena kalau orang terkena diabetes, kan selalu makan blimbing,” sebut Marwoto.  (riq/c2/abm)

sumber : radarmalang.co.id