Soto Basket, Jalan Majapahit Tak Berubah Resep sejak 1951

Resep Soto Basket yang sudah berdiri sejak tahun 1951 ini sudah diwariskan secara turun temurun oleh pendirinya, (alm) H Sukron kepada keponakan almarhum keponakannnya, Abdul Rochman dan kedua anak Sukron, Sholeh dan Hj Khodijah. Keempat cabang warung  yang terletak di Pecinan, Cengger Ayam, Stasiun Kotabaru dan Jalan Majapahit ini tetap eksis hingga kini.

***

Lokasi dari usaha kuliner legendaris ini memang tidak berada di tepi jalan besar. Namun, dapat terlihat dengan mudah di Jalan Majapahit. Kendati agak masuk sedikit di muka gang yang berlokasi di depan kantor Balai Lingkungan Hidup (BLH), namun warung dengan bentuk letter L itu selalu ramai dikunjungi oleh pelanggan. Para pelanggan juga dengan mudah dapat menemukan warung sederhana ini. Karena ada papan penunjuk namanya.

Siang kemarin, warung sederhana ini tampak ramai. Sebab saat Jawa Pos Radar Malangdatang ke lokasi ini, memang sedang memasuki waktu makan siang. Sehingga tidak heran jika pelanggan terus mengalir tiada henti.

Rabu siang kemarin juga, penerus generasi ketiga usaha ini, Rachmad Ardiansyah (36) juga sudah mulai terlihat relaks setelah sibuk menyiapkan pesanan para pelanggannya.  ”Kalau jam makan siang memang lebih sibuk karena banyak pelanggan,” terang Rachmad.

Dia berkisah, usaha legendaris ini didirikan oleh alm kakeknya, H Sukron sekitar tahun 1951. Awal mula berdiri juga bukan di kawasan Jalan Majapahit . Melainkan di kawasan Jalan KH Agus Salim Kota Malang. Sebelum menjadi deretan pusat perbelanjaan, di lokasi itu dulunya ada lapangan basket. ”Dulu kakek jualan masih pikulan. Namun tidak keliling tapi berhenti di sekitar sana,” beber dia.

soto basket mojopahit

Pada awal berdiri yang banyak menjadi pembelinya berasal dari para pemain basket. Sebelum pindah dari lokasi itu pada tahun 1960-an, karena lapangan basket tersebut alih fungsi, para pemain basket yang menjadi pelanggan setia mereka, memberikan nama Soto Basket pada usaha kuliner Sukron itu. ”Yang memberi nama ya pemain basket. Karena pada saat itu memang masih belum memiliki nama,” terang dia.

Alumni SMPN 10 Malang ini mengatakan, kendati sudah berpindah di berbagai macam tempat, mulai dari Kidul Dalem, Kebalen dan sekitaran lokasi Pasar Besar serta Alun-Alun Kota Malang, nama Soto Basket masih tetap digunakan. ”Karena orang sudah semakin mengenal nama Soto Basket. Sudah familiar,” terang dia.

Usaha kuliner ini sekarang sudah memiliki empat cabang. Yakni di Pecinan, Cengger Ayam, Stasiun Kotabaru dan Jalan Majapahit. Yang menjalankan bukan hanya anak kandung dari alm Sukron, namun juga keponakan seperti Abdul Rochman yang kini estafet usahanya diteruskan oleh Rachmad. Dan yang menjadikan kekuatan soto ini adalah resepnya yang khas. Resep ini hanya dimiliki keturunan H. Sukron sendiri. Mulai anak dan keponakan. Dan resep masakan soto ini tidak pernah dia ubah dari dulu sehingga rasanya begitu khas. ”Ayah sudah ikut kakek Sukron sejak kecil. Maka dari itu dia diberi kepercayaan untuk memiliki resep ini,” tandas dia.(dian ayu antika hapsari/abm)

sumber :

radarmalang.co.id