Meningkatkan Kesejahteraan melalui Program Rehab Rumah BKM Adil Makmur Kel. Kidul Dalem

rehab rumah bkm

Program Rehab Rumah BKM Adil Makmur adalah salah satu kiprah nyata bagaimana Badan Keswadayaan Masyarakat ini turut berperan dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Dalam 2 tahun terakhir setidaknya 6 orang warga Kidul Dalem telah merasakan manfaat program kerakyatan yang dibiayai melalui PNPM Mandiri (APBD & APBN) ini. Peningkatan kesejahteraan telah mereka dapatkan setidaknya dalam urusan “papan” atau tempat tinggal. Inilah kebutuhan fundamental yang akan mendasari kesejahteraan-kesejahteraan berikutnya. Tempat tinggal yang sebelumnya pengap, sesak dan kurang sehat, melalui program tersebut diubah menjadi hunian yang lapang, sehat dan nyaman. Sehingga bukan hanya memungkinkan terjadinya peningkatan kualitas kesehatan melainkan juga dapat memacu produktivitas penghuninya.

Pak Sunari, adalah salah satu potret warga urban yang terpaksa hidup berhimpitan di tengah padatnya pemukiman perkotaan. Tempat tinggalnya yang berada di Jl. MGR. Sugio Pranoto IV, RT. 09/ RW. 02 Kel. Kidul Dalem itu hanya berukuran 2,5 x 6 m2. Tak ayal, pria berprofesi sebagai juru parkir itupun membagi rumahnya menjadi 2 bagian. Di ruangan utama berukuran 2,5×3 m. itu ia jadikan sebagai “ruang serbaguna”. Di ruangan bagian depan itulah ia menggelar karpet lesehan untuk menerima tamu, istirahat siang, menonton TV, sekaligus tempat tidurnya saat malam hari. Separohnya lagi ia jadikan sebagai dapur dan kamar mandi, itupun masih harus “termakan” oleh titian semen tangga menuju lantai atas yang juga atap rumahnya.

Ya, atap rumahnya memang sudah berupa lantai cor yang dibangun oleh anak-anaknya bertahun-tahun yang lalu. Namun tanpa dinding dan tanpa atap di atasnya. Hanya tempat jemuran dan tumpukan beberapa barang bekas atau barang tak berguna yang bisanya ia tempatkan begitu saja. Sehingga ketika musim hujan, selain terjadi rembesan air juga terlihat makin kumuh dan menjadi tempat favorit nyamuk dan beberapa sumber penyakit lainnya.

Sampai di bulan September 2014 yang lalu, bagaikan mendapatkan durian runtuh. Program rehab rumah BKM Adil Makmur salah satunya jatuh ke bilik huniannya itu. Setelah dipastikan sang empu rumah mempunyai bukti-bukti kepemilikan yang sah dan rumah tersebut tidak dalam sengketa. Pengurus BKM-pun bergerak cepat. Material-material segera didatangkan, 2 orang tukang dan 2 orang kuli dikerahkan. Hampir 2 Minggu bagian atas rumahnya dibangun. Dinding-dinding setinggi 2,5 meter di atas lantai 2 itu didirikan dan dibalur cat putih bersih. Kusen pintu dan jendela kaca dipasang sebagai penangkap sang surya. Juga kayu kuda-kuda dan atap eternit gelombang dipasang sebagai pelindungnya.

Jadilah luas hunian duda 4 putra itu kini menjadi berlipat ke atas. Tidak ada lagi rembesan air ataupun onggokan barang tak berguna yang membuat kumuh suasana. Ia menjawab lugas ketika ditanya sauditor BPKP wil. Jatim yang pekan lalu bertandang ke rumahnya;” Nggih seneng sanget bu! (Ya senang sekali bu,red.)”, ujarnya sumringah. “Namung konsumsi mawon! (Hanya konsumsi saja,red.)”, sambungnya lugu ketika dikonfirmasi biaya yang harus ia keluarkan untuk rehab rumahnya itu.      

Menurut Djoni Iskak sang Koordinator BKM Adil Makmur, sebagaimana tahun sebelumnya pada tahun 2014 Program Rehab Rumah Warga juga dialokasikan untuk 3 rumah yang kurang/tidak layak huni.”Sebenarnya berdasarkan hasil pendataan kami, di luar 6 rumah itu masih ada 36 rumah lainnya yang belum atau tidak layak huni. Tersebar di 7 RW., 11 rumah telah diusulkan melalui Program 101 pemkot dan telah verifikasi lapangan oleh PU pada akhir Maret lalu. Dan, kabarnya sudah masuk ke Unmer sebagai partner program pemkot itu!”, sambung pria yang juga Ketua RT. tersebut panjang lebar. (mazipiend|kelkidal)