SEMARAKNYA DUNIA MARCHING BAND KOTA MALANG

KDS Malang

 

masih terkait dengan peringatan HUT Kota Malang yang ke-101, Jum’at (29/05) kemarin warga Kota Malang disuguhi tontonan gratis dari puluhan grup marching band sekolah di berbagai tingkatan maupun dari kelompok umum. Diberangkatkan sejak sekitar pukul 01. 30 Wib. puluhan marching band tersebut bergerak dari titik start di Balaikota Malang dan beraksi menghibur masyarakat melewati Jl. Kahuripan – Jl. Semeru – Jl. Ijen dan berakhir di Simpang Balapan atau sebelah barat Patung Pahlawan Trip. Menyusuri rute kurang lebih 2,5 km., mereka berunjuk kebolehan dalam gelaran KDS Display n Playpass 2015 yang dihelat oleh Ken Arok Duta Swara (KDS), grup marching band binaan Pemkot Malang.

Kegiatan yang cukup menyita perhatian masyarakat khususnya di sekitar Kidul Dalem tersebut, tak ayal membuat jalanan di sekitar alun-alun tugu itu harus dialihkan ke jalur-jalur di sekitarnya. Beberapa pengendara yang terlanjur melintasi jalan Majapahit terlihat lebih memilih untuk berputar balik dari pada harus belok ke arah jalan Sriwijaya yang tentu juga macet.

Dari pantauan media ini di lokasi pemberangkatan, grup marching band dari berbagai sekolah di berbagai tingkatan terlihat tetap mendominasi dari segi kuantitas. Selebihnya memang terlihat pula partisipasi dari kelompok umum. Di seputar jalan Gajah Mada sebagai titik persiapan, bahkan terlihat beberapa grup marching band dari luar kota Malang.

Namun yang menarik dari gelaran rutin tahunan yang berakhir menjelang magrib ini, adalah peningkatan partisipasi grup marching band dari tingkatan sekolah dasar/ MI. Pada tahun ini selain mengalami peningkatan dari segi kuantitas, kualitas marching band anak-anak tersebut juga cukup membanggakan. Kekompakan dan antusiasme mereka benar-benar lebih terlihat dari tahun-tahun sebelumnya.

Setidaknya tak kurang dari 30-an grup marching band SD/ MI dari berbagai wilayah di kota pendidikan ini turut beraksi dalam gelaran kemarin. Anak-anak tersebut penuh percaya diri ditonton ribuan pasang mata yang menyesaki pintu keluar Balaikota Malang hingga belokan jalan Kahuripan di depan Hotel Tugu. Hiruk pikuk dan sorak sorai penonton menyatu di antara harmonisasi suara marching tiap kali serombongan barisan anak-anak berseragam warna-warni tersebut keluar dari gerbang balaikota. Sebagian besar penonton itu adalah orang tua atau keluarga dari anak-anak sekolah tersebut. Terlihat dari riuh rendah tepukan dan sorakan mereka manakala grup marching band anak-anak mereka itu keluar dari gerbang berarsitektur kuno yang menghadap Alun-alun Tugu tersebut.

Beberapa grup marching band sekolah dasar tersebut makin indah dan semarak dengan aneka maskot yang cantik dan unik, bertemakan bunga, tumbuhan bahkan merak dan kupu-kupu. Beberapa penonton, orang tua dan ibu-ibu terlihat mengacungkan smartphone mereka untuk mengabadikan momentum jarang tersebut. Sebagian masyarakat Kota Malang hari itu benar-benar berbangga, setidaknya mereka yang menyaksikan pertunjukan tersebut. Lebih-lebih orang tua atau keluarga para pelaku kontes tabuh-menabuh drum itu.

Melalui event ini, asa Marching Band KDS dapat terbaca dan layak berbinar. bibit-bibit penerus prestasi Ken Arok Duta Swara yang cukup membanggakan Kota Malang di berbagai ajang nasional maupun internasional tersebut, dapat terlahir dari gelaran ini. Cerahnya dunia marching band tampaknya masih akan bersinar di atas langit Kota Malang. Setidaknya beberapa tahun kedepan. Wallohu a’lam. (mazipiend|kelkidal)