Nuansa Berbeda di Alun-alun Tugu

IMG20151204101542

kursi-kursi yang dipersiapkan untuk mempercantik Alun-alun Tugu


Upaya mempercantik wajah kota melalui penempatan berbagai ornament landscape maupun furniture street terus menjadi perhatian Pemkot Malang melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Kelar melengkapi trotoar di Jl. MGR. Sugiopranoto (sebelah Gedung BI) dan trotoar di Jl. S.W. Pranoto (sebelah Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara) dengan jajaran kursi-kursi model klasik berikut beberapa fasilitas lainnya. Didukung setting gedung-gedung lawas peninggalan kolonial, dengan sedikit sentuhan furniture street bergaya tempoe doeloe, jadilah kawasan tersebut sebagai rest point baru yang enjoy. Setidaknya menjadi spot anyar bagi para penggemar selfie maupun photografi.

Di luar itu, kini upaya serupa tengah merambah ke Alun-alun Tugu di wilayah Kidul Dalem. Alun-alun legendaris yang telah menjadi landmark kota itu kembali menjadi sasaran tangan dingin DKP guna mempercantik wajah kota. Selain penambahan fasilitas-fasilitas baru, beberapa ornament terlihat dibenahi untuk makin memanjakan warga kota.

Saat media ini mengunjungi lokasi pada Jum’at (04/12) lalu, puluhan unit kursi taman nan cantik terlihat baru didatangkan dan masih ditempatkan sekenanya. Beberapa memang telah berada pada titik yang disediakan. Namun, selebihnya masih tergeletak dengan arah tak beraturan. Terutama di akses gerbang sisi selatan yang berhadapan dengan balaikota.

Kursi-kursi publik berbahan metal tersebut kali ini terlihat lebih kokoh. Di lokasi juga terlihat beberapa unit meja berbentuk bundar dari bahan yang sama, yang sekaligus berfungsi sebagai keranjang tempat sampah. Dan, sebagaimana kursi-kursi tadi, juga belum menempati posisi sebagaimana mestinya.

Yang terlihat tuntas pekerjaan mempercantik taman di jantung pemerintahan tersebut adalah penggantian pagar di sekeliling kolam yang kini jadi lebih tinggi dan terlihat kokoh. Dengan pagar seperti itu, bunga teratai air yang memenuhi kolam bundar tersebut akan semakin nyaman, karena aman dari tangan-tangan jahil. Konon bunga apung khas negeri holland tersebut memang laku di pasaran.

Meski matahari mulai terik, siang itu beberapa pengunjung yang tengah menikmati salah satu taman bersejarah tersebut terlihat tetap enjoy. Selain ada serombongan komunitas berseragam t-shirt putih yang asyik berfoto-foto, beberapa kelompok anak sekolah yang kelar mengikuti ujian semester juga terlihat bersenda gurau.

Salah satunya sekelompok pelajar putri berseragam pramuka yang mengaku dari SMP Islam Al Maarif 01 Singosari. Mereka mengaku merasa nyaman bersantai di tempat ini. Alif Puspita Rahayu salah seorang dari tiga pelajar tersebut merasa betah di tempat itu karena selain merupakan tempat bersantai yang bagus, di taman ini mereka juga bisa menikmati wifi gratis dengan leluasa.

Sementara itu di area lain lima orang pelajar putri juga terlihat bergerombol dan ber-wefie-ria. Sesekali mereka tertawa lepas saat melihat aksi narsis mereka dari HP bertongsis selengan itu. Pelajar berseragam t-shirt putih yang mengaku dari SMA Cor Jessu tersebut juga mengaku tengah menghabiskan waktu setelah ujian di sekolahnya yang tak terlalu jauh dari Alun-alun Tugu ini.

Sebagaimana kelompok pelajar pertama tadi, mereka juga merasa senang menghabiskan waktu di alun-alun yang dikelilingi bangunan bersejarah tersebut. “Lebih indah dan bersih!”, ujar Veronica mewakili teman-temannya.

Pelajar berwajah tirus asal Riau itu berharap agar warga kota juga terlibat untuk menjaga keindahan dan kebersihan tempat publik tersebut. “Kan sayang kalo tempat ini jadi gak nyaman lagi”, sambung Angel, rekan Vero lainnya yang bermata sipit.

Diluar itu semua, para pelajar tersebut mengaku tidak setuju jika pagar beton pembatas alun-alun bunder di bongkar sebagaimana pernah diwacanakan sebelumnya. Dengan bahasa yang berbeda mereka kompak mengaku lebih nyaman jika beton pembatas tersebut tetap apa. Suara bagian warga kota yang agaknya juga perlu dipertimbangkan.

So, bagaimana kira-kira wajah cantik Alun-alun Tugu pasca pemasangan furniture street maupun penguatan ornament landscape? Foto sampul jejaring sosial FB milik DKP mungkin dapat mencerminkan pesonanya, indah dan menjanjikan nuansa lain. Atau bisa juga anda sawang di postingan album foto kami di bawah ini! setidaknya bisa menambah rasa penasaran untuk mencicipi enjoynya bersantai di sana. (mazipiend|kelkidal)



share its with :

facebook twitter