Keceriaan Tahun Baru di Klojen dan Tantangan Baru Kota Malang, Inilah Benang Merahnya

tahun baru di klojen


Perayaan menyambut tahun baru 2016 dengan berbagai cara berlangsung semarak di Kota Malang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, suara terompet dan kembang api tetap mendominasi. Meski antisipasi telah dilakukan dengan rakayasa lalu lintas, kemacetanpun tetap mewarnai jalan protokol di pusat-pusat kota.

Kedua taman legendaris di jantung kota; Alun-alun Malang dan Alun-alun Tugu, tetap menjadi jujugan masyarakat. Konsentrasi dan arus massa terlihat padat merayap disekitar kedua spot favorit tersebut. Bahkan Taman Trunojoyo dan sekitar Stasiun Kotabaru makin ramai menjelang malam pergantian tahun.

Meski Car Free Nigh (CFN) gagal digelar di kawasan Jl. Idjen Boulevard, ternyata animo masyarakat untuk berbondong-bondong menanti detik-detik pergantian tahun di kawasan heritage tersebut tak jua surut. Bahkan sejak sore, puluhan pedagang dan PKL terlihat telah mengusai totoar dan taman rumput di kanan kiri sepanjang jalur hijau itu.

Beranjak malam suasana bertambah semarak ketika musik patrol berkumandang dari kendaraan hias raksasa di beberapa titik Idjen Boulevard. Setidaknya ada tiga kendaraan bermotif naga sepanjang 4 atau 5 meter lengkap dengan perangkat perkusi tradisionalnya turut menyemarakkan malam pergantian tahun di tempat itu.

Di Kantor Kecamatan Klojen atau sekitar 700 meter arah barat dari Jl. Ijen Boulevard, suasananya tak kalah meriah. Kantor pemerintah dengan 11 Kelurahan tersebut, di penghujung tahun ini juga menggelar acara khusus untuk menyambut tahun 2016. Sebuah panggung berdiri di halaman kantor yang berada di Jl. Surabaya tersebut.

Menghadirkan hiburan organ tunggal, musik dangdut langsung menghangatkan suasana begitu Camat Klojen, Bpk. Rino, MM. usai menyampaikan sambutannya. Dan, puncaknya adalah kehadiran sang Walikota Malang Abah Anton yang memang telah ditunggu-tunggu oleh segenap warga dan para undangan malam itu.

Pada malam istimewa tersebut, selain memantau kondisi kota secara umum pada malam pergantian tahun, Sang Walikota juga bersafari untuk menemui dan merayakan tahun baru bersama warga yang dipusatkan di 5 titik kecamatan yang ada di kota Malang.

Diiringi jajaran Forpimda dan ditemani beberapa Kepala SKPD, Walikota yang tengah berulang tahun pada 31 Desember tersebut, tiba di Kantor Kecamatan Klojen sekitar pk. 11.30 wib. Backdrop panggung yang menyolok bertuliskan ucapan ulang tahun ke-50 bagi Walikota Malang yang ke-16 tersebut, tak ayal membuat sang Abah tersenyum sumringah.  

Disambut kue tart dan lilin ulang tahun Walikota kelahiran 1965 itu naik ke atas panggung. Diiringi nyanyian selamat ulang tahun, Sang Abahpun dipersilahkan memotong tumbeng dan selanjutnya didaulat untuk menyampaikan sambutannya.

Catatan penting dalam sambutan Abah Anton malam itu adalah perlunya kesiapan segenap warga Kota Malang untuk menyambut berlakunya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) menginjak awal 2016 ini. Ditengah hiruk pikuk dan euforia pesta tahun baru, kesiapan Kota Malang untuk menyambut transisi ekonomi baru kawasan memang harus tetap digelorakan. “Kita harus benar-benar siap menghadapi era global 2016 dengan perdagangan bebasnya”, ujar orang nomor satu di Malang itu mengingatkan seraya tetap tampil ceria dan bersemangat.  

Kelar menyampaikan sambutan singkatnya, sang Abahpun berkenan untuk bernyanyi dan berjoget bersama di atas panggung. Ditengah cuaca yang mulai bersahabat setelah sore harinya sempat diguyur hujan, musik dangdutpun kembali menghangatkan suasana di panggung Kecamatan Klojen malam itu.

Sayangnya acara yang padat mengharuskan sang Abah harus beranjak dari kegembiraan tahun baru di Kecamatan Klojen malam itu. Tak sampai seperempat jam menginjakkan kaki, sang Abah harus kembali melanjutkan perjalanan safari malam tahun barunya kali ini. Ngemong dan mengikuti denyut nadi kehidupan kota tercinta, seraya mengingatkan bahwa kesejahteraan warga adalah segalanya.

“Selamat Ulang Tahun ke-50 Abah Anton! Selamat Tahun Baru Warga Ngalam!”.

Kegembiraan pergantian tahun baru 2016 di Kecamatan Klojenpun berlangsung ceria dan syarat makna. Makna dari pesan Abah Anton, bahwa: tahun baru selalu ada tantangan baru dan perlu pula inovasi-inovasi baru . Agar Kota Malang tetap maju dan Bermartabat di tengah berlakunya pasar bebas ASEAN melalui MEA yang bergulir sejak 1 Januari 2016 ini. (mazipiend|kelkidal)


please, share its with :

facebook twitter