FFM Ajang Pemanasan Menuju ICCC 2016

FFM 2016

Baliho Festival Film Malang yang akan digelar nanti malam (15/02/16) di Alun-alun Kota Malang dalam rangka menuju ICCC 2016


Sebuah baliho terlihat didirikan oleh beberapa pemuda di sekitar titik pusat Alun-alun Kota Malang. Tak jauh dari posisi itu, tampak tenda besar panjang juga telah terpasang, berikut tumpukan kursi pesta dengan warna senada yang dibiarkan dalam posisi seadanya. Disebelah utara tenda itu terlihat mini stage kira-kira seukuran 4 atau 5 m2, setinggi kurang lebih 30 cm. Beberapa toolbox besar berikut aneka perangkat pertunjukan lainnya terlihat masih berserakan di samping sebuah mobil canvas putih yang juga stanbay di lokasi. Itulah gambaran kesibukan persiapan acara Festival Film Malang yang akan di gelar Senin malam nanti (15/02/2015).
Mulai selepas Isya’ malam nanti, di lokasi yang sama yakni di sekitar titik Pusat Alun-alun Malang akan disuguhkan tontonan gratis berupa Layar Tancap untuk masyarakat Kota Malang. Acara FFM tersebut merupakan ajang pemanasan sebelum digelarnya acara berlevel internasional yakni Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) pada bulan April nanti.
Meski terkesan mendadak, diperkirakan ajang unjuk gigi bagi para sineas-sineas muda Malang ini tetap semarak. Setidaknya 5 buah film karya sineas lokal bertemakan Malang akan diputar di outdor theater Alun-alun Malang.
“Semuanya diproduksi anak-anak Malang, diantaranya berjudul Bendera, Satu Jiwa, Topler, Terbenam…”, ujar Mbak Melati, salah satu kru yang saat itu sedang sibuk menyiapkan perhelatan ini.
Tentu sayang untuk dilewatkan menyaksikan dan mengapresiasi karya-karya kreatifitas film pendek kera-kera Ngalam. Pemilihan lokasi kegiatan yang cukup strategis di pusat keramaian kota, ditambah tontonan sejenis yang mulai langka, membuat ekspektasi panitia tersebut tak berlebihan. Tantangannya tentu hanya cuaca. Disaat musim penghujan seperti ini menyuguhkan tontonan outdoor tentu menimbulkan tantangan tersendiri. Tapi, memang penting untuk melihat dan mengapresiasi dunia kreatif anak muda Kota Malang kekinian. Khusunya melalui film-film indie yang biasanya mengusung idealisme tinggi.(mazipiend|kelkidal)