Menggairahkan Website Pemerintah, Diskominfo Gelar Pelatihan Jurnalistik Aparatur

Jurnalistik Aparatur

Peserta serius menyimak paparan pemateri Muhaimin (Malang Post) dalam Pelatihan Jurnalistik Aparatur oleh Diskominfo pada Rabu lalu (04/05/16)


Bertempat di Ruang Majapahit Balaikota Malang, Rabu (04/05/16) kemarin Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik Aparatur Dalam Pengelolaan Website. Pukul 9 pagi, hall di lantai 2 itupun semakin ramai oleh para peserta. Menurut salah seorang panitia bagian registrasi, peserta kegiatan pelatihan kali ini adalah para pengelola website pada sub domain malangkota.go.id. Berdasar catatan media ini setidaknya ada 100 website SKPD di bawah domain website resmi Pemkot  Malang (malangkota.go.id). Mereka terdiri dari 9 Bagian, 8 Badan, 16 Dinas, 2 Kantor, 57 Kelurahan, 5 Kecamatan, serta masing-masing 1 untuk Sekretariat, Inspektorat dan Satuan.

Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan oleh Sekretaris Diskominfo Drs. Farid Wahyudi, MM , Kepala Diskominfo menyatakan peran strategis website pemerintahan dalam mengemban tanggungjawab informatif bagi masyarakat. Sehingga peningkatan kompetensi para aparatur pengelola website tersebut menjadi tuntutan yang tak terhindarkan.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan aparatur dalam hal jurnalistik khususnya untuk mengelola website.Sehingga akan membantu petugas dalam mengelola dan menata informasi dengan benar dan informatif dalam berbagai saluran informasi”, ujar Farid di depan puluhan peserta kegiatan tersebut.

Pemateri kegiatan tersebut adalah narasumber yang tak asing lagi di kalangan pengelola website Pemkot Malang, yaitu Muhaimin (wartawan Malang Post) dan Nedi Putra A.W., (jurnalis foto Pewarta Indonesia). Dua orang yang memang berkompeten tersebut bergiliran mengupas berbagai aspek jurnalisme modern, khususnya yang berbasis viral.

Dalam era daring saat ini, tidak hanya humas yang menjadi corong pemerintahan, tapi jenengan para pengelola website juga sangat berperan dalam menghadirkan informasi yang lebih utuh karena langsung dari sumbernya”, tutur Muhaimin yang berkarier di Malang Post sejak 2004 itu. “Melalui media (website.red) masing-masing berita-berita miring tentang pemerintahan atau pembangunan Kota Malang juga dapat dinetralisir dan diluruskan”, ujarnya lagi kepada peserta yang terlihat serius menyimak paparannya. Wartawan yang telah bersertifikasi Dewan Pers ini, sejak 2014 memang aktif terlibat menjadi anggota Tim Juri dalam Lomba Website dan AIKID Kota Malang.

Sementara, Bang Nedi banyak mengupas tentang jurnalisme fotografi. “Kecenderungan kita adalah mendokumentasikan berbagai kejadian dan membagikannya. Kemajuan teknologi saat ini sangat mempengaruhi hal itu. Hanya berbekal smartphone di genggaman kita bisa melakukan itu. Sehingga seperti disampaikan mas Muhaimin tadi, Citizen Journalism saat ini menjadi sesuatu yang umum”, ujar sang fotografer kalem tersebut memaparkan materinya di sesi terakhir pelatihan tersebut.

Dus, melalui sebuah tulisan opini masyarakat memang dapat terbentuk, melalui sebuah foto sarat makna pesan juga dapat disampaikan dengan lugas. Di era digital yang serba mudah dan instan ini, pengelola web berdomain dot go dot id (pemerintah.red) di Pemkot Malang juga dituntut harus berpacu dengan segala perubahan yang terjadi. Itu jika tidak ingin jargon Malang Smart City dicibir oleh smart citizen (masyarakat pintar) Kota Malang. (mazipiend|kelkidal)