Menekan Angka Kematian Bayi dan Ibu Hamil melalui Kelas Bumil …

IMG20160520092048

Suasana Kelas Bumil di Aula Kel. Kidul Dalem pada Jum’at lalu (20/05/16)


Untuk kesekian kalinya, Jum’at (20/05/16) lalu di Aula Kelurahan Kidul Dalem digelar Kelas Bumil (Ibu Hamil). Seperti sebelumnya kegiatan ini diprakarsai oleh Bidan-bidan Puskesmas Arjuno yang bekerjasama dengan Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan. Kelas Bumil adalah kegiatan pendampingan dan konsultatif rutin secara gratis bagi ibu-ibu hamil dalam upaya untuk menekan resiko kegagalan proses persalinan mereka.

Sebagaimana diutarakan oleh Bidan Esti Erdiana, kegiatan tersebut digelar setiap hari Jum’at pada minggu ke 3 tiap bulannya. Tiap Kelas/ angkatan minimal diikuti oleh 5 Ibu Hamil dengan 4 kali pertemuan/tatap muka. Tiap kali pertemuan terdiri dari 2 sesi, yakni sesi penyampaian materi dan konsultasi seputar permasalahan kehamilan dan persalinan. Dilanjutkan dengan sesi berikutnya yaitu pelatihan dan praktek Senam Bumil.

Seperti terlihat pada Jum’at lalu, kegiatan Kelas Bumil di aula lantai 2 itu diikuti setidaknya oleh 8 peserta ibu hamil warga Kel. Kidul Dalem. Hari itu adalah Pertemuan ke-2 mereka. Sesi pertama disampaikan oleh Bidan Indah Febrianti (29 Th). Melalui sebuah alat peraga bergambar, Bidan Puskesmas Arjuno itu menjelaskan panjang lebar berbagai perubahan fisik dan psikologis yang biasanya dialami oleh ibu hamil. Perempuan ramah itu juga terlihat sabar melayani pertanyaan dan keluhan dari para peserta.

Harapannya peserta menjadi lebih mengerti apa-apa yang perlu dilakukan terkait kehamilan mereka, sehingga hal itu dapat mengurangi potensi kegagalan dalam proses persalinan mereka kelak”, ujar Bidan Esti, saat diwawancarai media ini.

Kehamilan dan persalinan memang proses biologis yang kompleks dan sangat rentan.

“Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan”. (QS. Az-Zumar/39:6)

Sehingga memang diperlukan pemahaman dan pengetahuan yang benar oleh seorang ibu yang sedang sedang melewati masa-masa krusial tersebut.Bukan berdasar mitos sebagaimana yang masih banyak berkembang di masyarakat kita yang memang paternalistik. Sehingga kegiatan-kegiatan pendampingan semacam ini memang harus terus dikembangkan. (mazipiend|kelkidal)


please, share its by :

facebook twitter