Poskamling, dulu dan sekarang…

Poskamling

Salahsatu Poskamling yang kini lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan pertemuan warga.


Keamanan dan kenyamanan lingkungan merupakan tanggung jawab sosial seluruh warga dan masyarakat. Dalam beberapa aspek hal tersebut dapat tercermin melalui keberadaan Pos Kamling. Sebuah bangunan sederhana yang umumnya dilengkapi kentongan gantung dan tempelan jadwal ronda warga kampung, ataupun beberapa perlengkapan keamanan lainnya.

Namun, dinamika jaman agaknya berdampak pula terhadap perubahan pandangan dan orientasi masyarakat terhadap poskamling. Setidaknya hal itu berlaku di Kelurahan Kidul Dalem. Di kelurahan dengan 50 RT ini sesungguhnya terdapat 10 Poskamling yang tersebar di 7 dari 8 RW yang ada. Hanya di RW. 03 saja yang tak memiliki Poskamling permanen (sejak 4 tahun lalu “Poskamling”-nya masih berupa lantai dan belum berlanjut hingga kini).

Meskipun bangunan-bangunan hasil swadaya warga maupun bersumber dana hibah itu disebut Poskamling, namun dalam perkembangannya ia tak lagi berfungsi sebagai pos ronda atau pos keamanan semata. Dari sejumlah bangunan Poskamling tersebut, hanya dua saja yang masih nyata berfungsi sebagai pos keamanan. Yakni di RW. 06 yang berada di pertigaan Jl. Embong Brantas dan di RW. 08 yang lokasinya di pertigaan Jl. Gajahmada. Itupun karena sistem pengamanan wilayah di daerah itu memang di”jaga” oleh Linmas yang digaji setiap bulan.

Selebihnya, poskamling- poskamling itu banyak yang mengalami “diversifikasi” fungsi, jika tak boleh disebut kehilangan fungsi utamanya. Beberapa bahkan terkesan terbengkalai dan disfungsi. Sebagian besar pos-pos keamanan itu kini lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan non keamanan, seperti; pertemuan karang taruna, rapat PKK, Posyandu, dan sebagainya. Sisanya, terkunci rapat dan terkesan tak terawat.

Biasanya dipakai kegiatan ibu-ibu PKK (RT. 05) mas”, jawab Pak Gatot, Ketua RW. 01 saat dikonfirmasi pemanfaatan Poskamling di wilayah RT-nya itu. Di wilayah paling selatan ini, setidaknya terdapat 2 Poskamling RT. dan 1 poskamling RW. Dan, idem ditto ketiganya lebih banyak digunakan untuk aktivitas lainnya. “Poskamling RW (sekarang) jadi Aula Pertemuan, di (lantai) bawahnya untuk kegiatan pendidikan TK”, sambung mantan pendidik itu ramah.

Jadi membicarakan poskamling di wilayah Kel. Kidul Dalem, tak perlu membayangkan keriuhan warga yang “njagong”, main catur, lempar gaple atau kartu domino seraya bergiliran untuk ronda malam. Poskamling di wilayah padat penduduk ini, kini adalah tempat publik yang bisa dimanfaatkan warga secara kolektif untuk kegiatan apa saja. Rapat muda-mudi, Pertemuan rutin PKK, Kegiatan Posyandu Balita/ Lansia ataupun rupa-rupa aktivitas lainnya.

Iyo lek tahun 65…”, ujar Pak Kabul, Ketua RW. 02 berseloroh menyitir tahun gentingnya keamanan republik ini, saat dikonfirmasi terkait sistem ronda warga dan keberadaan 2 Poskamling di wilayahnya itu.

Bagaimana peran Kelurahan?. Dari catatan dan penelusuran media ini, setiap tahun setidaknya Kelurahan Kidul Dalem senantiasa menggelar kegiatan khusus berorientasi penciptaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Tahun ini selain menggelar Pelatihan PAM Swakarsa (baca: Mitigasi “Bencana Sosial” melalui PAM Swakarsa di Kel. Kidul Dalem), Kelurahan yang saat ini dipimpin oleh Johan Fuaddy, S.STP., M.Si. itu juga telah menggelar Pelatihan Penanganan Bencana Kebakaran bagi Anggota Linmas.

Padatnya pemukiman dan makin mudahnya komunikasi menjadikan sistem ronda dengan berjaga keliling kampung, dipandang tak terlalu urgen lagi. Saling peduli dan Keamanan Swakarsa Mandiri di tengah tingginya aktivitas kehidupan masyarakat, lebih efektif dalam membangun kondusivitas lingkungan.

Jadi sah-sah saja jika bangunan Poskamling kini memang lebih multifungsi, meski tak harus mengubah sebutannya. Asal bukan untuk kegiatan komersil dan sejenisnya, yang dapat mencederai citra kampung kita (misalnya untuk tempat pangkas rambut!). Bagaimana poskamling di tempat anda? (mazipiend|kelkidal).


please, share its by :

facebook twitter
webterbaikTerimakasih atas dukungan netizen yang memilih website kami di polling AIKID Award 2016. Dukungan anda akan memotivasi kami untuk terus menghadirkan informasi-informasi beragam dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip positive jurnalism.