«

»

Okt 19 2016

Spirit Ruwatan Kota Malang 2016 Menuju Kota Bermartabat dan Bermaslahat

Ruwatan Kota Malang 2016

Aksi Ki Sapani Anom Gondo Carito saat Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Murwo Kolo” dalam Ruwatan Kota Malang 2016 (17/10/16)


Prosesi “sapu jogan” mewarnai Kirap Sesaji dalam even budaya Ruwatan Kota Malang 2016 pada Senin (17/10) kemarin. Diberangkatkan dari halaman Balaikota Malang, Prosesi Sapu Jogan yang merefleksikan pembersihan dan “Tolak Bala’” dari pengaruh negatif “Bethoro Kolo” itu diiringii arak-arakan pasukan pembawa panji, tarian Kuda Lumping Gembolo Geni, Penari Tradisional, Komunitas Para Penghayat/ Kejawen, kelompok kesenian Reog, maupun beberapa kelompok padepokan kesenian lainnya.

Ruwatan Kota Malang 2016_

Ritual Sapo Jogan mewarnai Ruwatan Kota Malang 2016

Selain ubo rampe dan sesaji dalam arak-arakan tersebut juga mengusung tumpeng agung dan gunungan berupa hasil bumi sebagai ungkapan rasa syukur. Ruwatan yang bertajuk Dharma Bhakti Pertiwi Kutho Malang itu kali ini dipusatkan di Alun-Alun Kota Malang. Melewati jalan Sriwijaya, arak-arakan Kirap Sesaji tiba di Alun-Alun Kota Malang dan disambut oleh para seniman dan budayawan yang telah berkumpul di taman legendaris itu. Tenda besar dengan panggung pementasan wayang kulit juga telah disiapkan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, SH, M.Si, selaku Ketua Panitia, mengungkapkan bahwa kegiatan Ruwatan ini merupakan program pengelolaan kekayaan budaya yang tiap tahun dilakasanakan untuk menyambut dan memeriahkan tahun baru Jawa 1 Suro atau yang biasa dikemas dalam Grebeg Suro.

Ruwatan ini melibatkan 28 kelompok, terdiri dari berbagai padepokan seni dan komunitas budaya serta masyarakat kota Malang. Kegiatan ini juga akan diwarnai pelepasan burung merpati dan ikan lele,” ungkap Kepala Disbudpar dalam sambutannya.

Sementara itu Wali Kota Malang, Ir. H. Mochammad Anton, juga sangat mengapresiasi kegiatan tradisi Ruwatan Kota Malang ini. Menurut Abah Anton yang juga Ketua DPW PKB Kota Malang tersebut, tradisi Ruwatan ini merupakan bentuk dan cara pemerintah Kota Malang dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya leluhur.  Sehingga, di tengah gempuran teknologi dan pengaruh globalisasi, warga Kota Malang akan tetap pada karakter “Jawa”-nya dan tak sampai kehilangan jati diri. Diluar itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi magnet baru bagi dunia pariwisata Kota Malang.

Kirab Budaya yang kita lakukan tiap tahun ini menitikberatkan pada seni dan budaya. Hal ini juga merupakan cara kita dalam meningkatkan pariwisata, karena acara ini sudah menjadi wisata alternatif yang mampu menarik wisatawan,” beber Abah Anton saat menyambut Kirab Sesaji Ruwatan Kota Malang di Alun- alun Kota Malang.

Bersama beberapa tokoh lainnya Abah Anton yang tengah mengenakan busana Korpri itu melepaskan 7 pasang burung merpati. Sebagai bagian dari prosesi Ruwatan, juga direncanakan untuk melepas ikan lele ke sungai Brantas. Pelepasan 7 pasang burung merpati dan 7 pasang ikan lele merupakan simbol kebebasan bagi mahluk hidup untuk berbagi dan memberikan sumber nafkah kepada mahluk hidup lainnya. Sementara angka tujuh yang dalam bahasa Jawa disebut Pitu bermakna Pitulungan atau pengharapan pertolongan Allah SWT. sebagai pengendali kosmos kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut Abah Anton selaku pemangku kutho Malang juga menerima seserahan Sedekah Bumi dari Sesepuh Kota Malang, untuk selanjutnya diserahkan kembali kepada Dalang Ruwat Ki Sapani Anom Gondo Carito. Prosesi tersebut menandai puncak berlangsungnya ritual Ruwatan, yaitu Pagelaran Wayang Kulit Ruwatan dengan lakon “Murwo Kolo”. Hingga pk. 14.00 wib. pementasan wayang ruwat oleh Ki Sapani Anom Gondo Carito itu belum berakhir.

Melengkapi gebyar ruwatan Kota Malang 2016 ini, pada malam harinya ditempat yang sama juga telah digelar Wayang Kulit Purwo. Pagelaran wayang kulit hiburan tersebut dimainkan oleh dalang muda Kota Malang, Ki Ardhi Poerbo Antono dengan lakon Babad Wono Marto.

Harapannya, spirit Ruwatan Kutho Malang ini benar-benar mampu mendorong Kota Malang dan warganya untuk makin kreatif dan inovatif dalam mengelola kotanya menjadi Kota Bermartabat dan bermaslahat. Semoga!