Videotron Kertanegara Jadi Saksi, Kalah Menang Salam Satu Jiwa!

Nobar Aremania


Menyusul digelarnya pertandingan tandang Arema Cronus melawan Persipura pada Senin (24/10) pk. 16.00 WIT., keriuhan tidak hanya terjadi di Stadion Mandala Jayapura tempat digelarnya lanjutan TSC/ISC pekan ke-25 itu. Hiruk pikuk dan sorak sorai juga terjadi di bhumi Arema kandang Singo Edan. Setidaknya itu terlihat di pertigaan depan Stasiun Kota Baru Malang, lho?!

Sebuah videotron advertising yang terpasang di sudut jl. Kertanegara siang itu menayangkan pertandingan pilihan (big match) yang disiarkan langsung oleh salah satu televisi nasional. Lokasi itupun serta merta menjadi ajang nobar dadakan, dan konsentrasi massa segera terjadi di arus padat itu.

Kendaraan yang hendak melintas jalan Kertanegara terpaksa dialihkan ke jalan Sultan Agung utara dan berbelok di jalan Pajajaran. Arus makin padat dan merayap karena melintasi jalan depan kompleks sekolah yang penuh parkir mobil dan motor. Namun, secara umum arus kendaraan tetap lancar dan terkendali. “Masih kondusif, aman dan terkendali”, ujar Aiptu Heru S.W. Bhabinkamtibmas Kidul Dalem yang terlihat turut memantau di lokasi.

Di arena nobar, tak hanya aremania yang berkostum biru saja, para pengendara yang kebetulan lewat banyak pula yang memarkir kendaraannya untuk bergabung duduk lesehan di aspal atau trotoar jalan untuk turut menikmati nobar yang jarang-jarang terjadi di situ. Bahkan tak sedikit pengendara motor yang hanya menepikan motornya dan menonton pertandingan itu dari atas kuda besinya.

Perbedaan waktu antara Jayapura dengan Kota Malang yang terpaut sekitar 2 jam membuat pertandingan tim papan atas itu di Kota Malang menjadi lebih awal, yakni pk. 14.00 wib. Dan, pada jam-jam itulah kepadatan arus lalin kendaraan dilokasi itu biasanya mencapai puncaknya. Mendung yang menggantung tak mengurangi animo dan gegap gembita suasana nobar yang juga berada di depan kantor Arema Cronus itu.

Bak di stadion, emosional para “suporter elektronik” itupun naik turun. Lebih-lebih dalam pertandingan perebutan klasemen 2 itu, permainan memang didominasi oleh tim mutiara hitam. Pun sorak-sorai tetap menggema manakala Ahmad Kurniawan mampu menyergap bola, atau saat penyerang-penyerang singo edan sesekali mampu mengancam gawang Persipura.

Sayang ajang nobar di lokasi terbuka itu dibuyarkan oleh rintik hujan yang makin lebat. Saat pertandingan babak kedua menjelang menit 75 kerumunan Aremania itupun bubar dan berlarian meneduh, ataupun menghidupkan motor dan melajukannya.

Sayang pula, keperkasaan Tim Singo Edan harus dihentikan oleh Persipura di kandangnya. Hingga pertandingan berakhir tim mutiara hitam itu tetap memimpin dengan skor 2-0. Hasil tersebut juga menggusur Arema Cronus dari peringkat dua klasemen sementara dan harus puas di peringkat tiga dengan agregat 46 poin.

Toh hasil itu masih dianggap wajar dan tak harus diruntuki dalam-dalam, setidaknya bagi beberapa Aremania yang tetap bertahan Nobar dengan berteduh di tenda PKL Taman Trunojoyo.

Gak popo mas, main (lawan Persipura) di Jayapura memang berat. Arema gak tau menang kok. Salam sata jiwa!”, ujar seorang supporter dengan ceria sambil ngloyor menembus sisa rintik hujan, pergi bersama rekannya.

Salam satu jiwa juga ker! Aremania memang kipa ilakes”, jawab saya dalam hati sambil senyum, dan juga ngloyor pergi… hehehe.(mazipiend|kelkidal)


please, share its by :

facebook twitter