DAS Brantas Longsor Lagi Nyaris Merengut Nyawa

longsor DAS Brantas

Bhabinsa Kel. Kidul Dalem, Serda Faizin menandai Pemandian yang tertimbun longsoran


Belum hilang trauma warga Kampung Wisata Jodipan (KWJ) akibat tanah longsor beberapa pekan lalu, kini insiden nyaris serupa terjadi di Kelurahan Kidul Dalem yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi tersebut. Jika di KWJ disebabkan drainase bawah tanah yang tergerus air hingga mengakibatkan dua rumah di atasnya ambrol. Baca juga:

Hujan Deras, Dua Rumah di Kampung Wisata Jodipan Ambrol

Kejadian di Kidul Dalem Rabu (16/11/2016) kemarin lebih tragis karena nyaris saja merengut korban jiwa.

Kemarin sore Agus Salim (44), pingsan dan harus digotong warga setelah tertimpa runtuhan belukar bambu longsor yang tepat berada di atasnya. Saat itu ia baru saja usai mandi di mata air pinggiran Sungai Brantas yang tak jauh dari tempat tinggalnya di Jl Aris Munandar Gang VIA.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Pria ber-KTP Jl. L.A. Sucipto Blimbing ini memang tinggal bersama bibinya, Ny. Termina (62) di Jl Aris Munandar Gang VIA itu. Sekitar pukul 15.30 wib, lelaki yang telah bercerai dengan istrinya itu pamit keluar untuk mandi di grojokan sumber air di bantaran sungai Brantas yang memang telah menjadi pemandian umum di wilayah itu.

Saat hendak mengemasi perlengkapannya usai mandi, tiba-tiba datang suara gemuruh yang disertai runtuhnya tanah dan rimbunan pohon bambu yang ambrol. Kejadiannya begitu cepat, hingga lelaki yang saat kejadian hanya mengenakan celana pendek putih itu tidak mampu lagi menghindar dan tubuhnya tertimpa reruntuhan barongan pohon bambu tersebut.

4

Agus Salim saat di RSU Saiful Anwar, didampingi Bhabinkamtibmas Kel. Kidul Dalem, Aiptu Heru S.W.

Saat itulah sayup-sayup terdengar suara rintihan dan meminta tolong dari dalam reruntuhan. Mendengar suara itu, beberapa warga yang kebetulan tak jauh dari lokasi itu segera mendekati lokasi. Mereka mengurai reruntuhan pohon bambu itu hingga berhasil menemukan Agus dalam keadaan tertelungkup. Pria yang sehari-harinya berjualan nasi goreng itupun berhasil diselamatkan beberapa warga meski akhirnya semaput.

Menghindari kemungkinan buruk yang lebih jauh, korban segera dilarikan dengan mobil ambulans TNI AD yang kebetulan sedang melintas di jalan raya tak jauh dari lokasi ke IGD RSSA Malang. Hinga kini yang bersangkutan telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit tersebut dan kondisinya semakin membaik.

5

Suasana di lokasi beberapa saat pasca kejadian

Imam Barnawi (62), Ketua RW. 04 dimana korban tinggal menerangkan, bahwa beberapa mata air di lokasi yang curam tersebut memang telah bertahun – tahun digunakan sebagai pemandian umum. Namun warga sudah mulai meninggalkan tempat tersebut, karena sudah banyak yang mempunyai tempat mandi sendiri. Hanya beberapa saja yang masih memanfaatkannya, Agus Salim salah satunya. Malangnya, pria yang telah bercerai dengan istrinya itu harus mengalami nasib sial tersebut.

Petaka yang dialami Agus menjadi peringatan bagi semua warga, bahwa hujan deras beberapa hari belakangan bisa menjadi ancaman serius untuk beraktivitas di bibir Sungai Berantas yang memang rawan longsor. Semoga tak ada lagi Agus-agus berikutnya. (mazipiend|kelkidal).


please, share its by :

facebook twitter