Kepanikan Di Gereja Pantekosta Kidul Dalem

kepanikan di gereja Kidul Dalem

Kapolsek Klojen, Danramil dan Kasi Trantib Kecamatan Klojen melaksanakan konsolidasi pasca kejadian di Gereja Pantekosta Kidul Dalem


Belum hilang kemarahan masyarakat akibat kasus pelemparan molotov di Gereja Oikumene Samarinda (13/11/2016), disusul ancaman teror bom di Gereja Katolik Gembala Baik Kota Batu (14/11/2016) yang juga sempat menimbulkan ketegangan. Teror-teror tersebut dapat memantik kepanikan-kepanikan lain meski kemudian tak ada kaitannya dengan terorisme. Apalagi bila terjadi di tempat ibadah khususnya gereja. Sebagaimana yang terjadi di salahsatu gereja di wilayah Kidul Dalem Kota Malang pada Kamis (17/11) lalu.

Salah satu gereja di wilayah tersebut pada Kamis siang itu sempat terjadi kepanikan dan membuat gusar warga sekitar. Tepatnya di gereja Pantekosta yang berada di Jalan K.H. Zainul Arifin Nomor 60 Kelurahan Kidul Dalem, Klojen Kota Malang.

2

Bhabinsa, Bpk. Faizin di lokasi kejadian

Warga dan masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi, siang itu sekitar pukul 10.10 WIB. dikejutkan oleh jeritan Erni (60), salah satu juru masak gereja tersebut. Juru masak sepuh itu histeris karena tangan dan kakinya mengalami luka bakar akibat api yang timbul dari kebocoran saluran gas elpiji 12 kilogram yang sedang digunakannya memasak.

Kontan saja kejadian tersebut membuat lokasi yang bersebelahan dengan Rawon Nguling itu langsung ramai dan dikerubungi masyarakat. Untung kejadiannya di dapur bagian dalam gereja hingga tak sampai menimbulkan keriuhan lebih lanjut karena dapat segera diatasi oleh warga sekitar dan pihak keamanan.

Menurut penuturan pihak keamanan, diduga kebakaran dipicu karena adanya kebocoran pada saluran/ selang tabung gas ke kompor yang hendak digunakan memasak. Hemburan gas LPG dari bagian selang yang bocor tersebut langsung saja memicu keluarnya api yang kemudian menyambar sebagaian tubuh korban.

Untung api tak sampai membesar dan dapat segera dipadamkan. Korban yang mengalami luka bakar segera dibawa anaknya yang bernama Hari (35) ke Rumah Sakit Kristen Elizabet (RKZ) untuk segera mendapatkan pertolongan. Sementara aparat Kepolisian dan TNI juga sempat datang dan mengamankan lokasi kejadian.

Tak kurang Kapolsek Klojen, Danramil dan Kasi Trantib Kecamatan Klojen, didampingi Bhabinkamtibmas dan Bhabhinsa juga mendatangi lokasi dan melaksanakan konsolidasi pasca kejadian di gereja pantekosta. Harapannya kejadian murni kecelakaan itu dapat dilokalisir dan tidak dikembangkan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab menjadi isu-isu sensitif yang merugikan.

Tak hanya kepanikan dan konsolidasi pihak keamanan, kejadian tersebut juga meninggalkan tembok dapur yang sebagiannya terlihat menghitam akibat terbakar. Seolah mengirim sinyal bahwa kebakaran yang lebih dasyat bisa saja terjadi di lain waktu, jika tak lebih berhati-hati lagi. (mazipiend|kelkidal).


please, share its by :

facebook twitter