Kepedulian Lingkungan Haruskah Menunggu Bencana Lebih Besar?

bongkar bangunan liar

Berbekal linggis Abah Anton turun langsung dalam pembongkaran bangunan liar di atas sungai dalam Jum’at Bersih lalu (02/12 )


Kegeraman Abah Anton terkait bangunan liar yang memakan area sungai agaknya telah memuncak. Setelah membongkar salahsatu bangunan liar di wilayah Dieng pada Jumat Bersih (02/12/2016) lalu, kegeraman tersebut juga diluapkan sang walikota dalam akun instagramnya (05/12/2016).

Akun Instagram Abah Anton

Kegeraman Abah Anton, haruskah kesadaran dibangunkan bencana yang lebih besar?

Penyebab banjir yg terjadi di galunggung ada rumah menyalai aturan penyempitan,penyumbatan akibat pembuangan kasur, penumpukan sedimen, penutupan aliran oleh bangunan liar, saluran mampet karena banyaknya rumput tumbuh dibiarkan sj dll”, begitu ciutan abah anton di akun abah_anton_n1 itu.

Sontak ciutan orang nomor satu di Pemkot Malang itupun mendapat comments dari followers-nya. Baik berupa apresiasi dan ucapan selamat maupun yang bernada keluhan. Salah satunya komentar dari pengikut ber-akun elmyelanisz, berikut ini: “abah aspal depan gpura klaseman jga dong tlong cpet d benerin. kdang suka ada yg kejeglong 😭😭” tulis dara cantik berkacamata itu.

Sebagaimana diketahui, menindaklanjuti insiden amblesnya jalan bondowoso yang meninggalkan lubang menganga berdiameter 2,5 meter dengan kedalaman 2 meter yang terjadi pada Rabu (30/11/2016), Jumat (02/12/2016) kemarin Pemkot Malang mengerahkan PNS dari beberapa SKPD untuk bekerja bhakti dalam kegiatan Jum’at Bersih di sekitar lokasi.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Abah Anton itu akhirnya juga menyisir sungai dan berujung pada pembongkaran bangunan liar di daerah Dieng. Berbekal linggis Abah Anton turun tangan langsung bersama puluhan pasukan DKP membongkar sebuah warung yang berdiri di atas sungai di kawasan depan sekolah Bhakti Luhur.

Diiringi cucuran peluh Abah Anton mewanti-wanti masyarakat agar jangan ada lagi yang melanggar Perda terkait pendirian bangunan, terutama yang memakan area sungai. Sebab dampak buruknya berakibat kepada masyarakat yang lebih luas.

Kami berharap masyarakat akan semakin sadar lingkungan sehingga Kota Malang akan terhindar dari segala bencana,” pungkasnya kala itu.

Kembali kesadaran warga Malang coba dibangunkan oleh bencana amblesnya jalan Bondowoso. Jika ketidakpedulian pada lingkungan itu terus berlanjut, bisa jadi yang akan membuka kesadaran adalah bencana lain yang lebih besar. Sebagaimana terjadi di berbagai daerah lainnya. (mazipiend|kelkidal)


please, share its by :

facebook twitter