Site icon https://kelkiduldalem.malangkota.go.id/

Bidak-Bidak Jumbo Penghuni Baru Alun-Alun Kota Malang

Permainan Baru Alun-Alun Kota Malang

Bidak-bidak Catur Raksasa, penghuni baru fasilitas permainan edukatif di Alun-Alun Kota Malang. Sayangnya, beberapa pengunjung memanfaatkannya dengan salah (27/03/17)


Wahana-wahana unik terus dihadirkan untuk melengkapi fasilitas permainan di Alun-Alun Malang. Paling baru adalah Bidak Catur Jumbo yang kini menghuni area hitam-putih di sudut barat taman kota itu. Sebelumnya, lantai porselen seluas 25 m2 tersebut menjadi spot berkumpul beberapa komunitas hobi. Baca juga:

Lantai Catur di Alun-alun Malang, Spot Favorit Komunitas Hobi dan Seni

Kini, setelah mereka jarang terlihat lagi berlatih ditempat itu, lantai diantara hamparan rumput hijau tersebut kini dihuni oleh 32 bidak catur jumbo.

Sebagaimana bidak catur pada umumnya, bidak-bidak berukuran tak umum itu terbagi dalam 2 kelompok warna: hitam dan putih. Masing-masing kelompok juga terdiri dari: 1 buah Raja (King), 1 buah Ratu atau Menteri (Queen), 2 buah Gajah atau Peluncur (Bishop), 2 buah Kuda (Knight), 2 buah Benteng (Rook), dan 8 buah Pion/ Prajurit (Pawn). Sehingga, tentu saja bidak-bidak itu juga dapat dimainkan sebagaimana permainan catur konvensional.

Terbuat dari bahan fiber, masing-masing bidak raksasa itu dilengkapi roda pada bagian bawah, sehingga cukup mudah untuk digeser dan dipindahkan. Bidak terendah adalah Pion yang berukuran kurang lebih 50 atau 60 cm, dan bidak tertinggi tentu saja King, seukuran tinggi orang dewasa.

Anak-anak terlihat ceria bermain diantara bidak-bidak catur raksasa tersebut. Tak ada salahnya membuat anak-anak anda seceria mereka.

Bagi penggemar catur, spot ini adalah wahana yang cocok untuk memperkenalkan permainan “asah otak” tersebut kepada anak-anak. Selain bentuknya yang unik, ukurannya yang jumbo tentu juga menarik bagi anak-anak. Dan yang pasti: tak mungkin tertelan oleh mereka meski tanpa pengawasan!

Sayangnya, beberapa orang tua justru terlihat mendudukkan balitanya pada bidak-bidak tersebut. “Gak iso main catur mas!”, ujar pengunjung paro baya itu saat ditanya.  Beberapa anak-anak terlihat bermain diantara bidak-bidak yang tingginya setara dengan tubuhnya itu. Dengan ceria mereka menggeser dan memeluk bidak-bidak tersebut. Pengunjung yang lain juga terlihat berfoto ria di spot baru Alun-Alun Kota itu.

Hmmm. Ingin mencoba bermain catur raksasa? Atau ingin mengenalkan anak-anak dengan permainan hitam-putih itu? Ajak saja anak-anak dan keluarga anda ke Alun-Alun Kota!. Murah-meriah dan tetap edukatif. Di kota ini hiburan berkualitas tak harus bayar… hehehehee.(mazipiend|kel.kidal).

Exit mobile version