«

»

Nov 30 2016

Berhasil kembangkan UMKM, kota Malang raih Natamukti Pranata

kota-malang-raih-natamukti-pranata


Keberhasilan mengembangkan dan membina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah mengantarkan kota Malang meraih penghargaan Natamukti Pranata. Penghargaan ini sendiri diberikan International Council for Small Bussines (ICSB), organisasi nirlaba internasional bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Penghargaan ini diberikan karena Malang dianggap telah berhasil mendorong keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan menciptakan ekosistemnya dengan sangat baik.

Penghargaan Natamukti Pranata diterima langsung Wali Kota Malang, H. Mochammad Anton, dalam acara Indonesia City Award 2016 yang berlangsung di Harris Hotel, Bali, selasa (29/11) malam. Acara tersebut disaksikan langsung Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Puspayoga. Selain kota Malang, beberapa daerah lain seperti kota Surabaya, kota Yogyakarta, kota Bogor, kabupaten Bojonegoro juga mendapatkan penghargaan serupa.

Abah Anton, mengatakan, penghargaan Natamukti Pranata, merupakan bukti jika Pemerintah Kota Malang terus berupaya mendorong terwujudnya roda perekonomian melalui usaha mikro, kecil dan menengah.

“Penghargaan ini terus memicu semangat kami untuk mengembangkan UMKM,” kata Abah Anton.

Dijelaskan pula, jika pertumbuhan ekonomi di Kota Malang terbilang cukup baik di Jawa Timur, sebab sebagai kota pendidikan dengan 50 universitas dan ratusan ribu mahasiswa dari berbagai daerah, mampu menggerakkan sektor ekonomi riil, sehingga menggerakkan UMKM menjadi sebuah misi pemerintah agar laju inflasi bisa ditekan sekaligus menaikkan daya ekonomi masyarakat.

“Saya sudah sering memberikan petunjuk kepada SKPD terkait agar benar-benar memperhatikan UMKM sebagai tonggak ekonomi masyarakat, karena potensinya luar biasa,” ungkap Abah Anton.

Penghargaan Natamukti sendiri dibagi menjadi tiga kategori, pertama yakni Natamukti Satria yang diberikan kepada kota/kabupaten yang berhasil mempromosikan kearifan lokal dan menciptakan investasi UMKM. Natamukti Reswara, yakni penghargaan yang diberikan kepada kota/kabupaten yang mendukung daya saing produk UMKM. Serta, Natamukti Pranata, penghargaan yang diberikan kepada kota/kabupaten yang berhasil menciptakan ekosistem UMKM.

ICSB dan Kementerian Koperasi dan UKM menilai penciptaan ekosistem UMKM yang baik dan kondusif di suatu kabupaten/kota ditopang kontribusi berbagai pihak seperti praktisi bisnis, akademisi dan peneliti. Selain itu, peran penting pemerintah daerah adalah menjadi pilar pendorong utama ekonomi lokal.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Puspayoga, dalam sambutannya menegaskan, jika pemerintah sangat mendukung penuh upaya pengembangan UKM, salah satunya dengan cara menurunkan pajak usaha kecil menengah dari 1 persen menjadi 0,25 persen.

“Presiden sudah setuju ada penurunan pajak bagi UMKM, sehingga saat ini yang harus dilakukan adalah melakukan sosialisasi hal itu,” kata Puspayoga.

Sementara itu President of Asian Council for Small Bussines, Hermawan Kertajaya, menyampaikan jika perkembangan UMKM di Indonesia terus menunjukkan grafis yang menanjak di kalangan masyarakat. Hal ini tak lepas dari dukungan pemerintah serta stake holder lainnya.

“Dengan semakin berkembangnya UMKM, akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta memiliki daya saing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” ujar Hermawan. (Rizky Wahyu Permana)


sumber : malang.merdeka.com

please, share its by :

facebook twitter