Meningkatkan koordinasi kinerja, Pemkot Malang Implementasikan Teleconference

IMG20151118130651

Gatu Adie, Pihak Penyedia menunjukkan secara teknis operasional aplikasi teleconference kepada Lurah Kidul Dalem di ruangannya pada Rabu (18/11) lalu.


Komitmen Pemkot Malang untuk mengelolah pemerintahannya berbasis TIK semakin kental. Terbaru, pemerintahan di bawah kendali Abah Anton- Sutiaji ini merealisasikan program teleconference di lingkungan pemerintah Kota Malang.

Dengan sebuah aplikasi khusus, program ini setidaknya akan melibatkan 42 SKPD dan 57 Kelurahan serta unit-unit kerja terkait lainnya di bawah Pemerintah Kota Malang. Mereka diproyeksikan untuk dapat melakukan komunikasi dan koordinasi kinerja, baik secara vertikal maupun horisontal secara realtime meski berada di tempat yang berbeda.

Di Kelurahan Kidul Dalem, aplikasi yang bernama V-Meet 3.3.0 tersebut telah dipasang dilaptop sang Lurah pada Rabu (18/11) kemarin. Gatu Adie, operator dari pihak ketiga yang mendistribusikan aplikasi tersebut secara singkat juga memberikan tutorial teknis cara penggunaan aplikasi tersebut.

“Melalui aplikasi ini Walikota atau setiap Kepala SKPD maupun Lurah dapat melakukan komunikasi audio visual secara bersama-sama dan realtime dari ruang kerja masing-masing”, urai lelaki yang berdomisili di kawasan Blimbing itu.

“Komitmen abah Anton yang kami tangkap adalah beliau ingin agar komunikasi dan koordinasi pembangunan di internal pemkot Malang dapat berjalan makin efektif. Melalui dukungan IT ini beliau ingin memotong jalur-jalur komunikasi agar lebih cepat saja. Mungkin itu ya!”, ujar Gatu Adie ketika dikonfirmasi terkait proyeksi program ini.       

Sementara itu Bpk. Dedy Tri Wahyudi, S.P., S.STP., Lurah Kidul Dalem mengaku agak surprise dengan program baru tersebut. “Dulu memang pernah diwacanakan Abah Anton dalam salah satu pertemuan, tapi tidak menyangka jika bisa direalisasikan lebih cepat”, ujar Lurah yang telah empat tahun lebih memimpin kelurahan di jantung kota ini.  

Tuntutan pengelolaan pemerintahan yang modern kini memang tak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi, keterbatasan ruang dan waktu tidak lagi menjadi persoalan serius dalam menggenjot upaya-upaya pembangunan. Argumentasi tersebut agaknya diimplementasikan Pemkot Malang melalui program baru teleconference internal tersebut.(mazipiend|kelkidal)


please, share its with :

facebook twitter