Warga Kampung Budaya Polowijen Sambangi 3 Kampung Tematik Di Kota Malang

Warga Kampung Budaya Polowijen sajikan kesenian tari tradisional

Mengawali penghujung tahun baru 1 Januari 2019, Warga Kampung Budaya Polowijen melakukan sambang kampung ke kampung tiga kampung tematik Kota Malang yang sangat terkenal yaitu kampung Tridi, Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Biru Arema.

Ketiga kampung yang berada di bantaran sungai Berantas kini menjadi kampung yang paling favorit di kunjungi wisatawan baik domestic mancanegara

Kunjungan warga KBP sejumlah 30 warga itu tidak lain adalah melakukan studi banding dengan di kemas dalam acara “sambang kampung nyambung paseduluran” KBP ke Kampung Tematik Kota Malang.

Studi banding yang di Pimpin oleh Ki Demang Sebagai Penggagas KBP mendapatkan sambutan hangat dan istimewa karena sama sama pelaku Kelompok sadar wisata (pokdarwis) Kota Malang masuk gratis, warga KBP khususnya penari di ajak naik ke Menara Eifel tempat shooting film Layar Lebar Yo Wis Ben dan melewati jembatan kaca yang menghubungkan ke kampung warna-warni.

Nuryanto selaku sekertaris Pokdarwis Kampung Tridi sangat antusias memandu anak-anak penari KBP yang demen selfie di Kampung tridi dengan unggulan seni mural.

“Saya sangat senang ini kunjungan antar kampung tematik pertama dalam wadah forum pokdarwis sehingga bisa saling tukar ide gagasan saling menginspirasi dan menguatkan”, ungkap Nuryanto.

Sambutan di sampaikan di sudut lorong menuju jembatan bersama lalu lalangnya pengunjung yang hari itu tembus 3000 pengunjung.

Kunjungan berikutnya ke KWJ (Kampung warna-warni Jodipan) di sambut oleh Marjuki dan S.Parin Ketua Pokdarwis KWJ dengan menyalakan corong speker dan meminta warga KBP untuk menari di pelataran KWJ.  Secara spontanitas warga KBP menarikan beberapa tarian topeng yang menyita perhatian pengunjung lainnya dan banyak yang mengabadikannya. Pairin dalam sambutannya menunjukan bahwa di KWJ ada pula rumah yang di desain rumah bamboo ada pula topeng yang di gantung yang memeprmudak pengunjung 7untuk berswafoto dan sekalikus merepresentasikan KBP sebagai kampung budaya dengan unggulan topeng yang berada di kampung warna warni.

Tak kalah hebohnya saat warga KBP meneruskan kunjungan  ke kampung sebrang yaitu kampung Biru Arema merasa belum puas, anak anak pemari masing menginginkan menari di plataran KBA dengan backgroup Singa. Ssuasananya makin heboh ketika lurah Kiduldalem Johan Fuaddy di damping ketua Pokdarwis Irmawan Yutanto dan Ketua RW Rudi juga ikut di tengah tengah puluhan penari KBP. Setelah itu warga KBP di ajak keliling kampung dan terakhir singgah di Balai RW. Dalam sambutannya lurah Fuaddy menyampaikan akan mengadakan kunjungan balasan ke KBP sebagai bentuk apresiasi bahwa KBP telah menginisasi kunjungan antar kampung tematik di Kota Malang.

Pada saat keliling KBA Irmawan menunjukkan bahwa KBA lebih memilih tema lingkungan dengan memanfaatkan program kotaku menginovasi air limbah rumahtangga melalui sistem biofileld. Selain itu dibeberapa sudut mulai banyak tanaman organik dan beberapa kolan ikan organik  yang akan menjadi andalan di KBA.

“jadi wisata yang ke KBA adalah wisata edukasi yang memberikan pembelajaran kepada pungunjung tentang pengelolaan lingkungan,” pungkasnya. (Diwartakan ulang darihttp://kanalberita.co)


please, share its by :

facebook twitter