Menyiapkan Generasi Tangguh, Puskesmas Arjuno Sweping Bayi Belum Terimunisasi Dalam PIN 2016

IMG-20160316-WA0005

Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional 2016 di Wilayah Kel. Kidul Dalem oleh Bidan dan Perawat Puskesmas Arjunoyang dibantu Kader Kesehatan Kelurahan.


Menindaklanjuti program nasional PIN (Pekan Imunisasi Nasional) pada 8 s.d. 15 Maret 2016, Puskesmas Arjuno bergerak cepat. Meski semestinya program tersebut telah berakhir, Puskesmas yang dikepalai oleh dr. A.A.I Nengah Kunti P., tersebut kembali harus menurunkan petugas kesehatannya di kelurahan-kelurahan wilayah Kec. Klojen. Mereka kembali diterjunkan untuk melakukan “sweping” ke rumah-rumah bayi sasaran yang belum terimunisasi. Mereka harus memastikan bahwa para embrio generasi NKRI tersebut benar-benar telah memiliki imunitas dari epidemi polio.

Meski gratis dan cukup sederhana, implementasi PIN di lapangan memang tak semudah yang dibayangkan. Hal tersebut dirasakan para petugas di lapangan, baik Bidan, Perawat maupun para Kader Kesehatan. Di Kelurahan Kidul Dalem, Bidan beserta Perawat Wilayah dari Puskesmas Arjuno, Esti Ardiana dan Septi Wilujeng merasakan hal itu. Meskipun sosilaisasi, penyuluhan dan konseling telah dilakukan sebelumnya, ternyata masih banyak ibu-ibu yang belum mengimunisasikan bayinya saat PIN berlangsung.

(pemberian imunisasi,red) oleh Puskesmas diperpanjang sampai tanggal 18 nanti dan kami yang harus jemput bola, melakukan sweping dari rumah-kerumah” tutur bidan Esti yang bertugas di wilayah Kel. Kidul Dalem sejak tahun 2011 tersebut.

IMG-20160316-WA0003

Bidan Esti Erdiana harus telaten menyisir bayi-bayi yang belum diimunisasi pasca berlangsungnya PIN; Teguh diantara penolakan.

Permasalahan tak berhenti sampai disitu, saat penyisiran dilakukan tidak sedikit pula orang tua yang justru menolak bayinya untuk divaksin anti polio tersebut. “Dari hasil sweping kemarin, setidaknya 8 orang menolak (bayinya untuk diimunisasi). Ibu-ibu yang brukut (berkerudung tertutup) itu, mungkin alasan idiologis yaa. Padahal konseling dan pendekatan telah kita lakukan”, sambung bidan cantik itu ramah.

Selain ada 8 bayi yang belum mendapatkan imunisasi polio karena keberatan orang tuanya, 6 bayi lainnya juga terpaksa tidak dapat diberi vaksin tetes polio karena kesehatannya yang tidak memungkinkan. Dari catatan Puskesmas Arjuno, di wilayah Kelurahan Kidul Dalem dengan 8 RW dan 3 sekolah TK, setidaknya terdapat 402 balita yang terdata dan menjadi sasaran Program PIN 2016 ini. Dari jumlah itu 95% atau sebanyak 382  balita sasaran telah mendapatkan vaksin polio baik melalui program PIN maupun dari hasil sweping tanggal 16/03/2016 kemarin.

Melalui petugas wilayahnya di Kel. Kidul Dalem, Puskesmas Arjuno optimis bahwa hingga berakhirnya kegiatan sweping tersebut pada tanggal 18 nanti, seluruh balita sasaran PIN yang ada di Kelurahan Kidul Dalem diperkirakan akan mendapatkan vaksin imunitas polio sebagaimana mestinya. Kecuali, tentu saja yang memang orang tuanya menolak ataupun secara medis balita sasaran memang tidak memungkinkan untuk diberikan vaksin polio itu.

Tak mudah memang melaksanakan program imunitas balita yang seharusnya bersifat masif tersebut. Namun, karena misi yang diemban adalah menyiapkan generasi-generasi tangguh penerus jaman. Maka, segenap petugas kesehatan di Kelurahan Kidul Dalem ini memaknai kesulitan tersebut sebagai sebuah tantangan.(mazipiend|kelkidal)