«

»

Okt 15 2016

Kirab Sesaji dan Wayang Kulit Semarakkan Ruwatan Kota Malang 2016

20161014_152912

Salahsatu Banner Publikasi Kegiatan Budaya Ruwatan Kota Malang 2016 yang terpasang didepan Tarekot pada Jumat lalu (14/10)


Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, memasuki tahun baru Jawa di bulan Suro ini, Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Malang kembali akan mengadakan ritual Tradisi Ruwatan. Agenda budaya tahunan tersebut, kali ini akan dipusatkan di Alun-alun Kota Malang pada tanggal 17 Oktober 2016.

Rangkaian gelaran budaya telah dipersiapkan untuk melaksanakan kegiatan budaya bermakna Buang Sengkolo atau doa dan pengharapan warga Malang agar kehidupan di tahun 1950 Kalender Jawa ini semakin berkah dan terhindar dari berbagai bencana. Baik bencana moral, sosial, maupun alam.

Even budaya Ruwatan Kota Malang 2016 ini, selain untuk melestarikan nilai-nilai budaya adiluhung tersebut juga diharapkan menjadi destinasi wisata budaya Kota Malang, yang selain mampu menyedot wisatawan juga mengirimkan pesan ragam potensi seni tradisi Kota Malang.

ruwatAdapun rangkaian gelaran tradisi ruwatan yang dikemas dalam tajuk: “DHARMA BHAKTI PERTIWI KUTHO MALANG” ini akan menghadirkan antara lain:

  1. KIRAB SESAJI : pukul 09.00 – 10.00 WIB, start Depan Balai Kota Malang (Jl. Tugu) dan finish di Alun-Alun Malang (Jl. Merdeka)
  2. WAYANG KULIT RUWATAN : pukul 10.00 – 12.00 WIB, di Alun-Alun Malang, dalang KI SAPANI ANOM (GONDO) CARITO dengan lakon MURWO KOLO
  3. WAYANG KULIT HIBURAN : pukul 19.00  WIB sampai selesai, dalang KI ARDHI POERBO ANTONO dengan lakon BABAD WONO MARTO

Sementara itu, kegiatan budaya menyambut bulan Suro yang merupakan bulan awal dalam penanggalan Jawa juga digelar oleh berbagai elemen budaya dan masyarakat Kota Malang. Salah satunya oleh Padepokan Eyang Panji (Eling Yakin Anggayuh Nugrahaning Gesang Piwulang Luhur Amerangi Nafsu Amrih Jejege Iman) yang menggelar Pahargyan Sesaji Agung 1 Suro.

Selain doa dan ritual lainnya pedepokan yang dipimpin Drs. Wahyu Widayat, SH. ini juga akan menggelar wayang kulit yang juga menampilkan dalang muda asli arema Ki Ardhi Porbo Antono pada Sabtu malam nanti (15/10). Pagelaran tersebut akan dimulai pk. 20.00 wib bertempat di Perum. Taman Janti Kota Malang. Dalang berjibun prestasi itu akan menyuguhkan lakon: Wahyu Makutharama.

“Lakon Wahyu Makutharama akan berbeda, sebab dalang Ki Ardhi Purbo akan mengemasnya dengan menarik dan inovasi, tapi tidak merubah pakem”, ujar Drs Wahyu Widayat sebagaimana dilansir di Malang Post (14/10/2016).

Selain disediakan aneka doorprize Pagelaran Wayang Kulit tersebut akan makin semarak dengan kehadiran Sinden Wiwid, pelantun lagu dangdut koplo berjudul Tali Kutang, dan juga guyonan kocak duo pelawak Sadirun dan Ambul.

Generasi muda Malang tak ada salahnya kalau malam minggu nanti mengubah agenda dan menyaksikan pagelaran ini agar lebih mengenal kekayaan budayanya. Alangkah ironinya jika hanya wisatawan asing yang justru bangga dengan ragam kekayaan budaya kita. (mazipiend|kelkidal)


please, share its by :

facebook twitter