Pelatihan Citizen Journalis dan Kampanye Bijak Ditengah Tsunami Informasi

Pelatihan Citizen Journalis

Lurah Kidul Dalem saat menyampaikan Sosialisasi Sambat Online di Aula Kel. Kidul Dalem pada Sabtu lalu (10/12)


Perwakilan LPMK, BKM, Karang Taruna, PKK, Pengurus RT dan RW Sabtu pagi (10/12/2016) kemarin berkumpul di aula Kel. Kidul Dalem. Mereka akan mengikuti pemaparan kesadaran informatif dan pemanfaatan media sosial daring yang dikemas dalam Pelatihan Penulisan Berita Warga (Citizen Journalis) Kelurahan Kidul Dalem Tahun 2016.

Sesi pertama Lurah Kidul Dalem, Johan Fuaddy S.STP., MSi menyapaikan sosialisasi pengaduan layanan publik melalui Aplikasi Sambat Online. Dalam pemaparannya Pak Johan menyampaikan bahwa layanan publik yang prima adalah hak setiap warga negara.

“Untuk itu Pemkot Malang menyediakan fasilitas pengaduan ini (Sambat Online), agar masyarakat yang mengalami pelayanan yang kurang baik dapat melaporkan. Harapannya, pelayanan publik di kota ini semakin meningkat dan sesuai harapan warga”, paparnya. Baca juga:

Sambatan Warga Ngalam di SAMBAT Online…

Di sesi kedua dalam pelatihan literasi yang baru pertama kali digelar Kelurahan Kidul Dalem ini mendatangkan narasumber utama yang sangat berkompeten. Muhaimin, salah seorang jurnalis dan pemerhati media hadir memaparkan materinya. Selama dua jam lebih Redaktur Malang Post asal Sukun itu memberikan pencerahan tantang Citizen Journalis (Pewarta Warga) dan pemanfaatan media sosial daring (dalam jaringan).

Saat ini semua orang bisa menjadi pewarta tanpa sekolah wartawan sekalipun. Penetrasi teknologi yang luar biasa membuat siapa saja dapat menulis berita atau suatu kejadian dan mengirimkannya melalui media sosial”, ujar Bendahara PWI Malang Raya yang juga Wakil Ketua Bidang Humas dan Media KONI Kota Malang.

Citizen Journalis

Muhaimin, Redaktur Malang Post menjadi narasumber utama kegiatan Pelatihan Penulisan Citizen Journalis (10/12)

Namun, pria yang juga banyak terlibat dengan kegiatan sosial kemasyarakatan itu mengingatkan bahwa upaya Bijak Informasi di kalangan pengguna media sosial perlu dikembangkan.

Informasi yang bernada menakut-nakuti tanpa verifikasi, stop sampai di jenengan saja. Artinya jangan dikirim lagi. Harus benar-benar bijak, tidak semua informasi ditelan mentah-mentah”, ujar jebolan Ilmu Komunikasi UMM itu.

Kesadaran dalam mengelola informasi di media sosial saat ini memang menjadi keprihatinan berbagai kalangan. Bukan saja masalah perundungan (bullying), tapi yang lebih mengerikan adalah provokasi, hujatan, dan fitnah berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan antar golongan) telah begitu massif tanpa terkendali. Hal itu tentu saja mengancam kemajemukan dan kebhinekaan yang telah dibangun susah payah oleh para pendiri bangsa ini.

Ditengah tsunami informasi saat ini, kita memang tak mungkin menolak informasi. Yang bisa kita lakukan adalah bijak dalam informasi, kesadaran berinformasi atau cakap dalam literasi informasi”, ujar Muhaimin datar.”Namanya juga tsunami, sampah dan hal-hal buruk lainnya pasti terbawa”, tambahnya lagi.

Penetrasi teknologi saat ini memang memberi keleluasaan bagi masyarakat dunia maya (Netizen), selain menjadi konsumen informasi juga sekaligus dapat berperan sebagai produsen berita melalui apa yang dikenal dengan Citizen Journalis. Maka, edukasi masyarakat khususnya kepada para pengguna media sosial daring yang memang heterogen dan cair tersebut perlu digerakkan oleh semua pihak. Agar menjadi sebuah kampanye dan gerakan bersama yang efektif. Sehingga literasi di media sosial benar-benar menjadi informasi produktif yang mendidik dan mencerahkan masyarakat. (mazipiend|kelkidal)


please, share its by :

facebook twitter

Share

Pin It

Comments are closed.