Lagi, Sopir Angkota Berunjuk Rasa Menolak Transportasi Online

Unjuk Rasa Transportasi Online

Kasat Intelkam Polres Malang Kota, AKP. Triyono Susanto (baju gelap & bertopi), terlihat menenangkan pengunjuk rasa (06/03/2017)


Kembali ratusan sopir angkota dari berbagai jalur memenuhi ancamannya untuk mogok dan menghentikan operasinya sejak pk. 09.00 wib. Selain memarkir mikrolet biru-biru itu disepanjang lingkaran taman Tugu, jalan Kertanegara hingga jalan Majapahit, ratusan sopir itu juga memenuhi gerbang timur Balaikota yang bersebelahan dengan gedung DPRD. Sekali lagi, mereka mendesak Pemkot Malang untuk melarang transportasi berbasis online yang beroperasi di wilayah Kota Malang.

Berbagai sepanduk kecaman terlihat dibentangkan oleh beberapa sopir yang berdiri di atas kendaraannya. Ratusan Polisi, Satpol PP dan TNI terlihat berjaga-jaga di sekitar balaikota yang merupakan daerah ring satu itu. Meski suasana sedikit tegang karena teriakan-teriakan peserta unjuk rasa, namun situasi tetap terkendali. Bahkan sang orator sesekali juga menenangkan pengunjuk rasa melalui speakernya.

Kita hanya ingin ketegasan, kita tidak ingin dianggap preman!”, ujar salah seorang orator mengingatkan rekan-rekannya. Mereka menuntut pejabat-pejabat berwenang untuk menghentikan operasi transportasi online yang menggerus ladang usaha mereka. Kesepakatan zonasi sebagaimana yang pernah disepakati beberapa waktu yang lalu menurut mereka bukanlah solusi dan aspirasi para sopir tersebut.

Unjuk Rasa Angkota Malang

Anggota berbagai jalur mogok beroperasi dan terlihat berjajar di seputaran Jl. tugu, Jl. Kertanegara hingga Jl. majapahit

Melalui speaker yang sama, Kasat Intelkam Polres Malang Kota, AKP Triyono Susanto menjanjikan akan memediasi para pengunjuk rasa dengan pejabat terkait. Namun begitu mereka terlihat belum puas. Merekapun bersholawat dan bertahan berharap Walikota Abah Anton dapat memenuhi tuntutan mereka.

Beberapa saat berikutnya, salah seorang anggota DPRD terlihat masuk ketengah-tengah pengunjuk rasa dan menyampaikan bahwa legislatif siap menampung aspirasi sopir-sopir konvensional tersebut.

Mohon maaf, Ketua DPRD, Walikota dan Wawali sedang tidak ada di tempat. Kami siap menampung aspirasi saudara-saudara. Mari kita dialog. Kalau jenengan tak mau lagi berdialog mana mungkin akan ada solusi”, ujar anggota wakil rakyat tersebut lantang. Sayang kerumunan massa menyulitkan kami untuk mengidentifikasi sang wakil rakyat tersebut. “Silahkan masing-masing Ketua Jalur kami tunggu di Lantai III Gedung DPRD”, ujar anggota DPRD tersebut yang kemudian beringsut dan kembali ke gedung dewan.

Akhirnya para sopirpun terlihat berkoordinasi untuk memenuhi ajakan dialog tersebut. Hingga berita ini diturunkan suasana masih terlihat kondusif dan sangat terkendali. Pantauan media ini dibeberapa jalan utama memang tak terlihat satupun mikrolet yang beroperasi, dan jalanan hanya dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan pribadi. Namun arus lalu lintas tetap lancar, meski dibeberapa ruas jalan yang bersinggungan dengan jalur ke Balaikota, penutupan dan rekayasa jalur terpaksa dilakukan oleh kepolisian guna menghindari kemacetan.

Sementara itu dikutip dari harian Surya hari ini, pihak Kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemkot Malang dan TNI untuk mengantisipasi seandainya unjuk rasa para sopir mikrolet tersebut berlanjut hingga sore hari. Aparat keamanan dan Pemkot Malang telah menyiapkan armada khusus untuk mengangkut masyarakat yang terlanjur sedang bepergian atau pulang kerja. Lebih-lebih bagi pelajar dan siswa yang pulang sekolah, transportasi alternatif telah dipersiapkan agar mereka tak kesulitan untuk pulang ke rumah.

“Jika aksi mereka masih berlangsung hingga bubar sekolah, armada akan kami bagi langsung.” ujar Kepala Bagian Operasional Polres Malang Kota, Kompol. Dodot Dwianto.(mazipiend|kel.kidal)


Please share by:

facebook twitter