APEKSI Diantara Kampung-Kampung Tematik di Kota Malang

Abah Anton (kemeja putih, tengah) berpose bersama Kasi Pemtrantibum Kel. Kiduldalem, Marsudi (dua dari kiri) dan jamaah lainnya usai sholat Jumat di Masjid Agung Jami’ Malang (21/07/17)

Secara formal usai sudah kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Ke-XII Tahun 2017 di Kota Malang. Rakor yang diikuti 98 Walikota se-Indonesia itu berlangsung di Hotel Savana selama 2 hari (19-20 Juli 2017), dibuka oleh Mendagri Tjahtjo Kumolo dan ditutup oleh Presiden RI, Joko Widodo pada sore kemarin. Namun begitu, acara pendukung diluar rakor resmi, yaitu Indonesia City Expo (ICE) masih berlangsung hingga 23 Juli nanti di Stadion Luar Gajayana.

Pemkot Malang sangat bangga mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah perhelatan istimewa ini. “Sejarah bagi Kota Malang (sebagai tuan rumah APEKSI) didatangi presiden, menteri, diperhatikan seluruh walikota se-Indonesia, bahkan juga KPK yang memberikan masukan-masukannya melalui kegiatan APEKSI ini“, ujar Walikota Malang, Moch. Anton saat diwawancarai usai sholat Jum’at di Masjid Agung Jami’ Malang siang tadi (21/07/17).

Walikota murah senyum itu sangat berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat dan memacu kemajuan Kota Malang. “Sebagaimana intruksi bapak presiden, kita akan memperkuat city branding sebagaimana kota-kota di luar negeri, karena itu dapat meningkatkan pertumbuhan (ekonomi) masyarakat“, imbuh Abah Anton merujuk kampung-kampung tematik yang sempat diapresiasi Presiden Jokowi.

Sebagaimana diketahui 78 kampung tematik di Kota Malang yang merupakan kreasi dan inovasi warga setempat, menjadi pergunjingan dan mendapatkan apresiasi tak hanya dari Mendagri tapi juga Presiden Jokowi.

Tak hanya Kampung Warna-warni Jodipan dan Kampung Triji di Purwantoro yang kini memang telah menjadi destinasi fenomenal, atau Kampung Glintung Go Green (3G) yang juga sempat diapresiasi dunia internasional. Ternyata masih banyak kampung-kampung tematik lainnya yang cukup potensial karena berbasis keterlibatan atau inisiasi masyarakat lokal.

Diluar kampung-kampung tematik yang telah populer diatas, ada Kampung Putih, Kampung Batik dan Kampung Budaya (ketiganya di Kel. Rampal Celaket), Kampung Topeng di Tlogowaru, maupun kampung-kampung tematik lainnya yang kini sedang berproses, seperti Kampung Kramat di Kasin, Bambo Mewek di Kel. Tunjungsekar, Kampung Keramik di Kel. Penanggungan, Kampung Sektas di Kel. Kiduldalem, dll.

Kampung-kampung tematik menjadi penguatan dasar masyarakat untuk terus tumbuh. Kota Malang ini jauh dari laut, gak punya pantai, maka diperlukan inovasi dan kreatifitas agar dilirik menjadi tempat yang menarik (wisatawan). Masyarakat dan pemerintah satu arah (dalam hal ini)“, urai Abah Anton seraya melayani jabat tangan dan permintaan foto bersama dari beberapa jamaah sholat jum’at siang itu.

Sebagaimana pidato Presiden Jokowi saat sidang penutupan APEKSI di Hotel Savana sore kemarin, di era digital saat ini: kreativitas dan inovasi adalah kata kunci. Dan, Kota Malang di bawah nakhoda Abah Anton telah sangat menyadari hal itu. Sukses Kota Malang! Bravo APEKSI! (mazipien|kelkiduldalem)